JAKARTA, pojokpapua.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih (UNCEN) menyelenggarakan pelatihan bisnis dan pendampingan usaha bagi mahasiswa guna mengembangkan keterampilan kewirausahaan dan mewujudkan kemandirian ekonomi.
“Freeport Indonesia yakin bahwa investasi terbaik adalah pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Bersama UNCEN, kami mendukung mahasiswa yang telah memulai bisnis mereka dengan memberikan pelatihan, mempertemukan mereka dengan pasar, dan membuka akses permodalan,” ujar Vice President Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, pada Senin (4/3).
Salah satu program utama yang dijalankan adalah Program Kokarya Studentpreneurship. Nama Kokarya merupakan gabungan dari kata “Ko” (kamu) dan “Karya”, sementara Studentpreneurship adalah program kewirausahaan yang dikembangkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNCEN. Dalam pelaksanaannya, PTFI juga bermitra dengan perbankan, pelaku ekonomi, dan UMKM lokal. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem kewirausahaan yang memudahkan mahasiswa mendapatkan informasi dan dukungan untuk sukses berbisnis.
“Kami bersyukur kegiatan yang telah memasuki tahun kedua ini mendapat sambutan positif dari Rektor UNCEN, mahasiswa, dan para mitra. Harapannya, mahasiswa dapat melihat kewirausahaan sebagai pilihan karir yang menjanjikan, bukan sekadar alternatif,” tambah Katri.
Tahun ini, pelatihan diikuti oleh 47 mahasiswa terpilih dari UNCEN dan tiga alumni Papuan Bridge Program (PBP) asal Jayapura. PBP adalah program pengembangan kapasitas yang diinisiasi Institut Pertambangan Nemangkkawi PTFI sejak 2012, dan telah meluluskan 241 peserta yang siap terjun ke dunia usaha dan kerja.
Pelatihan berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNCEN, Jayapura, pada 18–20 Februari 2025. Peserta berasal dari berbagai fakultas seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, serta fakultas lainnya. Mereka mengembangkan beragam usaha seperti produk Virgin Coconut Oil (VCO), keripik, makanan olahan sagu, cokelat ubi dan brownies, smoothies buah dan sayur, kuliner khas Batak, bengkel motor, hingga peternakan babi.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Bank Papua, Bank Rakyat Indonesia Abepura, BPOM Jayapura, Kanwil Kementerian Hukum & HAM Jayapura, Wadah UMKM “Galeri Papua”, serta pelaku industri sukses lainnya. Mahasiswa juga mengikuti simulasi bisnis, literasi keuangan, dan konsultasi dengan UMKM lokal. PTFI turut menggandeng Radio Republik Indonesia (RRI) Jayapura untuk mempromosikan produk-produk UMKM mahasiswa.
Rektor UNCEN, Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc.agr, mengapresiasi sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri ini. “Kami berterima kasih atas komitmen PTFI dalam mendukung program Kokarya Studentpreneurship yang mempersiapkan SDM berkualitas, siap menghadapi dunia usaha, industri, dan tantangan global,” ujar Oscar.
Salah satu peserta, Agatha Yenusi, merasa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk pengembangan usahanya di bidang produksi Virgin Coconut Oil. “Kami yang sudah punya usaha mendapat banyak panduan dan pedoman berbisnis. Harapan saya program ini terus berlanjut agar mahasiswa bisa melihat kewirausahaan sebagai pilihan karir, bukan hanya menjadi PNS,” tuturnya.(*)











Komentar