TIMIKA – Selama tahun 2024, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika berhasil memenuhi target pemasangan daya listrik sebesar 20 Megawatt (MW). Pencapaian ini menjadi bukti komitmen PLN dalam mendukung kebutuhan listrik masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta.
Kepala PLN UP3 Timika, Monang Sitorus, Kamis (9/1/2025), menyampaikan bahwa kebutuhan konsumen untuk pemasangan listrik pada tahun lalu dapat terpenuhi dengan baik, termasuk untuk kantor pemerintahan, sektor swasta, hingga pabrik semen yang masih dalam tahap survei.
“Untuk mencukupi kebutuhan daya, termasuk menangani gangguan listrik di Timika, kami terus melakukan evaluasi. Tantangan terbesar adalah cuaca ekstrem, terutama petir. Saat ini, di Gardu Induk Timika, PLTD, dan gardu hubung di SP2 dan SP3 sedang dalam proses pemasangan grounding pertanahan untuk meminimalkan dampak petir,” jelas Monang.
Di tahun 2025, PLN telah menerima permintaan pemasangan daya baru sebanyak lebih dari 7 MW. Monang menegaskan bahwa PLN berkomitmen untuk memastikan seluruh wilayah, termasuk yang belum berlistrik, mendapatkan akses listrik.
“Prioritas kami adalah memenuhi kebutuhan masyarakat sambil memastikan daya mencukupi. Kami berupaya menjawab kebutuhan listrik masyarakat dengan lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
PLN juga menargetkan untuk meminimalkan jumlah gangguan listrik, termasuk pemadaman, hingga 50 persen dibandingkan tahun 2024.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan. Harapannya, jumlah gangguan listrik dapat ditekan hingga 50 persen dari tahun lalu, atau bahkan nihil,” ungkapnya optimis.
Untuk daerah pesisir, PLN telah menyediakan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang beroperasi selama enam jam setiap hari, dari pukul 18.00 WIT hingga 00.00 WIT. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat di wilayah tersebut tidak perlu menunggu terlalu lama untuk jaringan listrik PLN.
“Fokus kami adalah memastikan semua wilayah setidaknya memiliki akses listrik, meskipun dengan durasi terbatas di awal,” pungkasnya.(*)








Komentar