TIMIKA, pojokpapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menyelenggarakan pelatihan edukasi gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menggunakan metode emosion demonstration (emo demo). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dimulai pada Kamis (12/12/2024) di Hotel Grand Tembaga, dan diikuti oleh para bidan dan ahli gizi dari 20 puskesmas di Kabupaten Mimika.
Menurut Ketua Asosiasi Fasilitator Gizi Indonesia sekaligus dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya, Annasita SKM, edukasi gizi 1000 HPK adalah pendekatan strategis untuk mengatasi masalah gizi, terutama stunting pada balita. Pelatihan ini menitikberatkan pada perubahan perilaku gizi melalui metode emo demo yang dinilai lebih efektif dan interaktif.
“Metode ini dirancang untuk menggugah perasaan dan perilaku peserta. Dengan keterlibatan langsung, peserta didorong untuk memahami pentingnya pola makan yang benar selama kehamilan dan pada balita,” ujar Annasita.
Masalah gizi di Kabupaten Mimika banyak disebabkan oleh pola makan yang tidak tepat, seperti kurangnya asupan zat besi, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang tidak sesuai, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan yang kurang bergizi.
Metode emo demo yang dikembangkan dan diresmikan oleh Kementerian Kesehatan mengedepankan pendekatan edukasi yang menyenangkan. Dengan demonstrasi langsung, peserta diajak untuk aktif berpartisipasi, sehingga mereka lebih memahami dan dapat mengaplikasikan perubahan perilaku gizi dalam kehidupan sehari-hari.
“Peserta dilibatkan secara aktif sehingga mereka bisa merasakan dan memahami pentingnya perilaku gizi yang benar. Metode ini diharapkan mampu menciptakan perubahan signifikan,” tambah Annasita.
Pelatihan ini juga memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil dan pasca melahirkan agar dapat memberikan ASI dan MPASI secara tepat. Mengonsumsi makanan bergizi dan suplemen ibu hamil sesuai anjuran. Menghindari makanan ringan yang tidak bernutrisi untuk anak. Mengatur jadwal makan dan porsi makanan dengan baik.
Dengan pelatihan ini, Dinkes Mimika berharap ibu-ibu di wilayah ini semakin sadar pentingnya gizi untuk mencegah berbagai masalah kesehatan, seperti stunting pada anak dan anemia pada ibu hamil. Selain itu, edukasi ini juga bertujuan untuk mengurangi angka bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).
“Kami berharap ibu-ibu lebih paham dan sadar untuk memberikan asupan gizi yang baik kepada anak dan keluarga. Dengan demikian, kita dapat mencetak generasi yang sehat dan kuat,” pungkas Annasita.(*)











Komentar