TIMIKA – Lima tokoh perwakilan agama bersama-sama berdoa untuk kedamaian tanah Papua. Kelima perwakilan agama yakni Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu dan Budha berdoa secara berantai dalam agenda yang digelar oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Mimika. Silaturahmi dan doa bersama untuk kedamaian tanah Papua yang mengangkat thema ‘Manusia merencanakan, Tuhan menentukan’ berlangsung di Hotel dan Resto 66 Cenderawasih, Rabu (29/6/2022).
Lima tokoh agama yang memandu doa secara berantai yakni dari agama Kristen Katolik yakni Paul Weti, Kristen Protestan Pdt Lukas Hagabal, Islam oleh Aziz Junaidi, Hindu oleh I Made Kembardana, dan Budha diwakili Sutanto.
Ketua FKUB, Ignatius Adii menyebut dengan thema sentral yang terus dibawa oleh pihaknya pada setiap kegiatan sampai tahun 2024 ini ia mengungkapkan manusia ada karena Tuhan. Papua damai kata dia akan terjadi ketika dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, tempat kerja dan di manapun. Untuk itulah, ia mengajak kepada masyarakat untuk selalu berdoa demi kedamaian tanah ini.
“Doa merupakan salah satu bentuk dan cara untuk meminta kepada Tuhan, mari doakan kedamaian tanah Papua,” ujarnya.
Silaturahmi dan doa bersama oleh FKUB dengan kerja sama Pemda Kabupaten Mimika juga TNI/Polri juga ada perwakilan lima agama, Ormas, organisasi wanita dan paguyuban.
Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, SIK mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga semboyan Eme Neme Yauware agar kedamaian di tanah Mimika ini bisa terus terjaga. Dalam kesempatan ini ia juga mengapresiasi kerja sama pihak FKUB yang memberikan informasi positif untuk penanganan masyarakat. Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut guna menciptakan Timika yang lebih aman dan damai.
Senada dengan hal itu, Danramil 1710-07/Mapurujaya, Kapten Inf Hasyim A Hutabarat mengaku tugas pokok TNI merupakan bagian integral sesuai UU tentang TNI bahwa dalam pelaksanaan tugas pokok tersebut pihak TNI juga bisa melakukan operasi militer di mana untuk membantu Pemda dalam rangka untuk pemulihan. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu serta memaksimalkan kemampuan untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang stabil di wilayah Kabupaten Mimika.
Mewakili Bupati, Asisten II Setda Mimika, Willem Naa mengatakan doa bersama ini dilakukan untuk menguatkan masyarakat di tengah situasi baik karena persoalan Kamtibmas maupun bencana alam. Mimika sebagai salah satu kabupaten yang sangat toleran karena heterogenya masyarakat, ia mengajak agar terus bersama dan bersatu dalam doa. “Doa itu besar kuasanya sehingga saya mengajak bapak, ibu, saudara, saudari agar memanjatkan doa dalam setiap kegiatan untuk kedamaian tanah Papua, semoga kita semua selalu dalam perlindungan yang Maha Kuasa,” jelasnya.
Ketua panitia Pdt Dr Jeffrey C Hutagalung mengatakan sebuah kehidupan yang tenang tanpa ada konflik kekerasan, tentu harus dibangun bersama-sama, butuh berbagai aspek dari dalam maupun dari luar, ini menjadi dorongan dari dalam diri masing-masing untuk menjadikan daerah ini aman dan damai. FKUB bersama Ormas, kelompok keagamaan menjadi salah satu ujung tombak untuk menciptakan kedamaian.(*)








Komentar