TIMIKA, pojokpapua.id – Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BRI Timika terus berlanjut dengan pemberian bantuan kepada masyarakat. Salah satunya melalui Yayasan Miracle yang diserahkan Rabu (3/4/2024) oleh Pemimpin BRI Cabang Timika, Zainul Arifin kepada Ketua Yayasan Miracle School, Pdt Hengky Putong.
Pemimpin Cabang BRI Timika, Zainul Arifin, menjelaskan bahwa bantuan CSR yang disalurkan masih merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang belum terselesaikan pada bulan Januari dan Februari.
“Bantuan ini disalurkan kepada masyarakat melalui yayasan, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di sekitar sekolah. Kami tidak hanya fokus pada bantuan bagi sekolah saja, tetapi juga membantu orang tua dari murid-murid melalui CSR,” ungkap Zainul Arifin.
Pada bulan ini, sebanyak 2.583 paket bantuan disalurkan dengan harapan agar masyarakat lebih peduli terhadap pendidikan anak-anak yang sedang menuntut ilmu.
“Bank BRI selalu peduli kepada masyarakat dengan menyisihkan sebagian laba untuk memberikan bantuan kepada masyarakat di lingkungan unit kerja kami,” tambahnya.
Bantuan ini akan terus berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sebagai wujud dari komitmen BRI dalam memberikan kontribusi positif untuk perbaikan kondisi di negara ini dan memperhatikan kebutuhan masyarakat sekitar.
“Saat ini, kami berharap anak-anak dapat lebih tenang dan fokus dalam menempuh pendidikan. Kami memiliki jaringan kerja yang luas, sehingga ke depan kami membutuhkan tenaga terampil dari Papua,” tutur Zainul Arifin.
Ketua Yayasan Miracle School, Pdt Hengky Putong, menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan oleh Bank BRI kepada sekolah. “Peran BRI dalam membangun masyarakat melalui pendidikan diwujudkan lewat tindakan nyata yang sangat berarti bagi anak-anak dan masyarakat di sekitar sekolah,” ujar Pdt Hengky Putong.
Dikatakannya, bantuan tersebut sangat membantu dalam meringankan beban dan memberikan dukungan kepada anak-anak, sehingga semangat mereka dalam belajar semakin meningkat.
“Sebagian besar murid di Miracle School adalah anak-anak asli Papua. Sekolah ini didirikan dekat dengan mereka, sehingga kami memberikan paket pendidikan gratis kepada mereka yang membutuhkan, terutama yang ekonominya di bawah standar,” tambahnya.(*)











Komentar