oleh

Tingkatkan Kapasitas SDM P3PD, Kemendagri Latih 532 Aparatur Kampung

TIMIKA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus berupaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur kampung di seluruh Indonesia. Untuk Kabupaten Mimika, pelatihan peningkatan kapasitas aparatur Pemerintah Desa dan Pengurus Kelembagaan Desa (P3PD) dilaksanakan di tiga lokasi yakni Hotel Horison Diana, Hotel Horison Ultima dan Hotel Swissbellin.

Dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Setda Kabupaten Mimika, Septinus Timang, Rabu (1/11/2023) dan akan berlangsung sampai Jumat (3/11/2023).

Septinus mengatakan, jika berbicara soal pemerintahan, maka bukan hanya ada di pemerintahan pusat namun sampai ke pemerintahan kampung. “Bagaimana kita meningkatkan kapasitas aparatur kampung ini harus terus dilakukan agar mendapatkan pemahaman soal pemerintahan kampung,” jelas Septinus.

Ini lanjutnya sejalan juga dengan pengelolaan Dana Desa yang memerlukan pengetahuan sesuai perkembangan zaman. Hal lain kata Septinus adalah soal keberadaan 133 kampung yang ada di Mimika untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Juga soal pemahaman tata cara penyusunan anggaran kampung seperti persoalan miras yang harus diperhatikan dengan adanya peraturan. Apa yang menjadi isu-isu di kampung dan pelayanan untuk masyarakat juga perlu diperhatikan.

Senada dengan hal itu, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Drs Nana Wahyudi, MAP mengatakan kegiatan ini digelar khusus untuk peningkatan kapasitas P3PD. Mulai dari Kepala kampung, ketua PKK kampung, aparatur kampung (sekretaris dan Kepala Urusan atau Kaur), Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), pengurus kelembagaan kampung dan lembaga adat. Dimaksudkan untuk 4 pilar di kampung. Di mana, per kampung diwakili oleh 5 peserta.

Pelatihan yang diadakan dengan tujuan untuk peningkatan SDM aparatur kampung ini kata Nana merupakan kerja sama dari pemerintah RI dengan Bank Dunia melalui program P3MD. Untuk Kabupaten Mimika dipilih seperti beberapa kabupaten lain di Provinsi Papua karena Bank Dunia masih menilai jika kompetensi aparatur kampung seperti operator desa rata-rata masih rendah.

“Tingkat kompetensi dari operator desa ini rata-rata rendah menurut Bank Dunia, jadi makanya Bank Dunia yang menetapkan daerah-daerah untuk pelatihan P3MD,” jelas Nana.

Adapun substansi yang diberikan selama pelatihan terdiri dari 5 tematik yakni tematik BPD atau Bamuskam, tematik kerjasama kampung, tematik Posyandu, tematik peningkatan aparatur desa, tematik tata kelola pemerintahan desa, dan tematik pengelolaan keuangan kampung.

Setelah dilakukan di Abepura dan Jayapura, kegiatan yang sama dilakukan di Timika dari tiga kabupaten lainya di Provinsi Papua. Di Provinsi Papua digelar di Kabupaten Jayapura dan Keerom. Setelahnya Kabupaten Mimika, lanjut ke Kabupaten Merauke.

Peserta kegiatan angkatan pertama ini dari 8 distrik di seputaran kota Timika dengan jumlah peserta sebanyak 532 orang. Tahap pertama pelatihan diikuti 200 peserta dari 50 kampung dan tahap kedua 332 peserta dari 83 kampung.

“Kami harap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik karena tidak semua aparatur desa ikut kegiatan ini dalam pengembanhant SDM,”jelasnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed