TIMIKA, pojokpapua.id – Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) yang diperingati setiap Tanggal 28 September, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak dan Keswan) mengadakan sosialisasi dalam bentuk Komunikasi, Informasi dan Edukasi penyakit rabies, Jumat (6/10/2023)
di SD YPPK Waonaripi. KIE diikuti puluhan siswa-siswi kelas 6 SD YPPK Waonaripi.
Dalam KIE ini hadir Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) drh Bakti Erma Surfani, drh Ahmad Rozaqi dan drh Jesica Gloria Soerinta sebagai nara sumber. drh Erma menyebut megiatan ini serentak digelar di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati hari rabies sedunia yang diperingati setiap Tanggal 28 September. “Ini serempak seluruh Indonesia hari ini adalah perencanaan kegiatan KIE kepada anak-anak sekolah, untuk di Minika sendiri yang terpilih adalah SD YPPK Tiga Raja.
Kata drh Erma, KIE inj bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman kepada siswa-siswi tentang rabies. Walaupun di Papua, sampai saat ini memang masih bebas rabies, namun Timika merupakan pulau yang terancam rabies.
Hal ini kata drh Erma, dikarenakan pulau-pulau yang ada di sekitar Kabupaten Mimika terutama di Pulau Maluku itu sudah ditemukan adanya positif rabies pada hewan. Juga telah terjadi rabies di NTT dan Bali.
Untuk itulah, rabies ini harus menjadi konsen bersama. Tidak hanya dunia peternakan dan hewan namun semua pihak karena rabies yang merupakan penyakit pada hewan ini bisa menular serta mengancam jiwa manusia.
Dipilihnya KIE kepada siswa-siswi jenjang SD ini kata drh Erma, selain merupakan petunjuk dari pusat juga karena pengetahuan seperti ini memang sangat tepat apabila diberikan kepada generasi muda karena orang dewasa sudah lebih memahami rabies. “Ini memang gerakan nasional seluruh Indonesia, KIE untuk anak sekolag,” ujar drh Erma.
Sementara itu, drh Jesica Gloria Soerinta sebagai nara sumber menjelaskan soal hewan apa saja yang bisa terkena rabies yakni anjing, kucing, kera dan kelelawar. Dengan ditandai hewan kesayangan ini tidak patuh lagi kepada pemiliknya, air liur berlebihan, hewan menyerang atau mengigit apa saja yang ditemui, bersembunyi di tempat gelap, kejang-kejang, lumpuh dan kematian dalam waktu yang singkat.
Gejala rabies di manusia yakni demam, mual, sakit kepala. Setelah digigit hewan pembawa rabies yakni luka gigitan atau cakaran dicuci dengan air mengalir dan sabun serta segera mendapatkan pertolongan petugas kesehatan.
Untuk pencegahan, drh Jesica mengatakan tidak boleh membawa hewan dari luar ke Papua, vaksinasi, mengawasi dan menjaga hewan peliharaan dan melaporkan segera mungkin ke Disnak dan Keswan bila melohay ada hewan (anjing, kucing) yang menunjukkan gekala perilalu aneh agau dicurigai rabies serta tidak diperbolehkan memakan anjing. Selain bisa membawa penyakit rabies, anjing adalah hewan kesayangan yang harus dilindungi.
Rabies yang disebabkan oleh virus rabies ini kata drh Jesica bisa dicegah asalkan semua pihak bisa bekerja sama untuk mengikuti aturan yang ada.(*)











Komentar